Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Dilema Pendidikan Karakter

Gambar
PENDIDIKAN kita sedang dihimpit dilema, antara mengutam`kan pembentukan karakter siswa atau memenuhi kepentingan tes. Di satu sisi, diharapkan akan lahir anak-anak didik yang bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter atau kepribadian yang baik. Tujuannya agar lahir generasi yang berkembang dengan karakter berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa dan agama (UU Sisdiknas 2003; Suyanto, 2009). Sedangkan di sisi lain, diharapkan semua siswa mampu menjawab soal tes, terserah bagaimana caranya. Para peneliti menemukan bahwa pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa ada role model atau orang yang patut diteladani. Pertanyaan, siapa yang layak dijadikan role model untuk dijadikan contoh oleh para siswa sebagai hasil pendidikan yang baik saat ini? Setidaknya, guru-guru yang memenuhi syaratlah yang menjadi role model utama bagi siswa (Lumpkin, 2008). Mereka punya kesempatan untuk membentuk karakter siswa, misalnya, dengan melaksanakan saling menghargai d

REFORMASI INDONESIA

Gambar
A.Pengaruh Perang Dingin Terhadap Indonesia Setelah Perang Dunia II berakhir ternyata muncul dua negara super power di dunia yang saling berebut pengaruh di berbagai kawasan dunia. Dua kekuatan itu adalah yaitu Amerika Serikat yang berhaluan demokrasi-kapitalis dan Uni Soviet yang berhaluan sosialis-komunis. Perang dingin berdampak pada peta perpolitikan dunia pada saat itu, sehingga dunia seolah terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: negara-negara Blok Barat yang menganut paham demokrasi, negara-negara Blok Timur yang menganut paham komunis dan negara-negara Non Blok yang tidak memihak Blok Barat dan tidak memihak Blok Timur. 1.Arah Kebijakan Luar Negeri Indonesia Pada Masa Perang Dingin Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia lebih condong kepada negara-negara Blok Barat dalam rangka mendapatkan pinjaman dana dari negera-negara tersebut untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang hampir mengalami kebangkrutan. Dengan adanya pinjaman ini secara tidak langsung I

SEJARAH SINGKAT KEMERDEKAAN INDONESIA

Gambar
Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya “ , dan Amerika menyatakan perang jepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda .Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian  merambah ke daerah Balik Papan,Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya ,pada tgl 1 Maret 1942 ,Jepang mendarat di BAnten, Indramayu dan Rembang. Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942 , dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya . Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia

Sejarah Singkat Indonesia

Sejaj negara – negara Eropa mulai mencari rempah – rempah ke daerah timur karena dikuasainy bandar mereka di Konstantinopel oleh bangsa Turki, maka Indonesia pun menjadi lahan untuk mereka kuasai karena melimpahnya rempah – rempah di Eropa. Dari abad ke-16, Belanda, Britania Raya, Portugis, dan Spanyol berusaha bersaing di Indonesia untuk menjadi penguasa, namun sejak abad ke-17 Belanda menjadi yang terkuat dan terus menjajah bangsa ini sampai 1942 setelah kalah mutlak dari Jepang. Selama 3.5 tahun kemudian Jepang menggantikan peran Belanda di Indonesia. Dengan embel – embel “Pan Asia” Jepang berhasil merayu rakyat Indonesia untuk mau lebih bekerjasama dengan pemerintah Jepang. Sampai akhirnya Sukarno dan Moh. Hatta memproklamirkan kemerdekaan R.I pada tahun 1945. Selama masa penjajah Belanda, berjuangan melawan mereka dilakukan secara fisik, melalui perang di medan pertempuran. Dengan strategi dan peralatan militer yang kurang memadai serta minimnya koordinasi secara n

5 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh

Bukan dengan menghukum atau cara kekerasan. Anak yang patuh bukanlah dibentuk dengan cara kekerasan atau hukuman. Kepatuhan pada anak justru bisa dimunculkan dari kesadaran dalam diri anak tersebut. Orangtua sebaiknya mendidik kepatuhan anak dengan cara yang membuatnya menyadari bahwa kepatuhan adalah nilai positif. Sayangnya hal itu tidaklah tidaklah mudah. Semua harus melewati proses yang membutuhkan kesabaran dan usaha ekstra, dan tentunya hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Berikut adalah cara untuk melatih dan membuat anak supaya menjadi lebih patuh: 1. Konsisten Untuk melatih anak supaya lebih patuh Anda harus konsisten dalam menentukan peraturan. Bila hari ini Anda melarangnya bermain di jalanan, maka minggu depan peraturan ini harus tetap dijalankan, karena anak selalu mencari celah untuk bisa melanggar aturan yang dibuat orangtuanya. 2. Bersikap lembut Anak umumnya tidak dapat merespon dengan baik bila kita menghadapi mereka dengan bentakan atau am

TIPS ORANG TUA MENDIDIK ANAK

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda : 1. Kurang Pengawasan Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solus